Bimbingandan konseling islam bobot : Source: edukasijobs.id. Manfaat mempelajari psikologi pendidikan bagi guru dan calon guru dapat dibagi menjadi. Pertanyaan tertutup dalam konseling tidak selamanya harus menggunakan pertanyaan terbuka. Source: smkmuh9.sch.id. Manfaat dalam mempelajari bimbingan konseling yang akan di uraikan secara garis Konseloryang kurang berpengalaman, khususnya, mungkin merasa sangat sulit untuk mentolerir periode dimana klien mereka tampaknya hanya membuat sedikit kemajuan atau tampaknya mengalami kemunduran. Ego konselor yang memiliki banyak curahan pada hasil yang sukses mungkin tidak ingin klien mereka berbicara tentang perasaan yang bertentanga dengan Pedomanyang baik mengacu pada kisi-kisi wawancara, jadi membuat pertanyaa wawancara seperti menyusun soal ujian. Bagi rekan guru bimbingan dan konseling/ konselor yang kesulitan bagaimana cara menyusun pedoman wawancara berikut ini dibagikan contohnya. Setidaknya ada 3 kisi-kisi pedoman wawancara beserta pertanyaannya. Karenajurusan kuliah yang saya ambil adalah jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI). Yang seharusnya, tupoksi saya adalah bekerja di rumah sakit atau di kementerian agama. Jadi secara aturan akan sulit mendapat sertifikasi karena saat ini saya bekerja di Sekolah swasta (SMA) yang berada di naungan kementerian pendidikan dan k 1 Apa saja alasan tentang pentingnya penerapan bimbingan dalam proses pendidikan a) untuk menjaga agar sesuatu yang baik yang ada dalam diri peserta didik seperti potensi yang sudah dikembangkannya tetap terjaga dan terpelihara, dan peserta didik akan semakin bisa mengembangkannya b) Memberikan berbagai informasi yang diperlukan dalam proses belajar dan Membantu setiap siswa dalam mengatasi BABI PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Bimbingan dan Konseling di Indonesia maupun di dunia tidak dengan begitu saja menjadi profesi yang lengkap. Bimbingan dan Konseling telah mengalami perkembangan selama bertahun-tahun dari disiplin yang sangat beragam, termasuk pada antropologi, pendidikan, etika, sejarah, hukum, ilmu pengobatan medis . MASALAH-MASALAH YANG DIHADAPI INDIVIDU DAN JENIS-JENIS BIMBINGAN 1. Soal Dilihat dari individu yang mengalaminya, masalah terbagi dua, sebutkan! Jawab a. Masalah Individual porsene/pribadi b. Masalah Kelompok atau masalah bersama 2. Soal Karena ada dua masalah tersebut di atas, maka bimbinganpun dibagi kepada dua juga, sebutkan! Jawab a. Bimbingan Individual Counseing b. Bimbingan Kelompok 3. Soal Pada umumnya masalah yang dialami oleh seseorang atau siswa ada beberapa jenis, sebutkan! Jawab a. Masalah Pengajaran atau belajar b. Masala Pendidikan c. Masalah Pekerjaan d. Penggunaan waktu senggang e. Masalah-Masalah sosial f. Masalah-Masalah Pribadi 4. Soal Sebutkan jenis-jenis bimbingan! Jawab a. Bimbingan pengajaran/belajar Instruktional Guidance b. Bimbingan pendidikan Educational Guidance c. Bimbingan pekerjaan/jabatan Vocatinal Guidance d. Bimbingan Sosial Social Guidance e. Bimbingan Dalam Menggunakan Waktu Senggang Leisure Time Guidance 5. Soal Sebutkan hal-hal yang berkaitan dengan bimbingan Pengajaranbelajar! Jawab a. Mendapatkan cara belajar yang efesien, baik sendiri maupun kelompok b. Menentukan cara mempelajari atau menggunakan buku-buku pelajaran c. Membuat tugas-tugas sekolah, mempersiapkan diri untuk ulangan/ujian. d. Memilih mata pelajaran yang cocok dengan minat, bakat, kecakapan, cita- cita dan kondisi fisik. e. Menghadapi kesulitan dalam mata pelajaran ter tentu f. Menentukan pembagian waktu dan perencanaan belajar g. Memilih pelajaran-pelajaran tambahan 6. Soal Sebutkan tujuan bimbingan belajar! Jawab Membantu murid-murid agar mendapat penyesuaian yang baik dalam situasi belajar 7. Soal Sebutkan bantuan apa saja yang diberikan kepada murid dari bimbingan pendidikan! Jawab a. Pengenalan terhadap situasi pendidikan yang dihadapi b. Pengenalan terhadap studi lanjutan c. Perencanaan Pendidikan d. Pemilihan spesialisasi 8. Soal Apa saja kegiatan dalam bimbingan pekerjaan/jabatan Vocational Guidance? Jawab a. Mengenal berbagai jenis pekerjaan yang mungkin dapat dimasuki oleh tamatan pendidikan tertentu b. Mengenal berbagai jenis pendidikan atau latihan tertentu untuk jenis peker jaan tertentu c. Mengenal berbagai jenis pekerjaan dengan segala syarat-syarat dan kondisinya job information d. Menyelenggarakan latihan-latihan tertentu bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu e. Membantu memperoleh suatu pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dirinya f. Membantu memperoleh penyesuaian diri yang sebaik-baiknya dalam dalam lapangan pekerjaan tertentu g. Membantu dalam mendapatkan pekerjaan sambilan bagi yang membutuhkan 9. Soal Sebutkan kegiatan-kegiatan dalam bimbingan sosial! Jawab a. Memperoleh kelompok belajar dan bermain yang sesuai b. Membantu dalam memperoleh cara-cara bekerja dan berperanan dalam kehidupan berkelompok c. Membantu memperoleh persahabatan yang sesuai d. Membantu mendapatkan kelompok sosial untuk memecahkan masalah tertentu e. Membantu memperoleh penyesuaian dalam kehidupan keluarga dan masyarakat 10. Soal Sebutkan kegiatan bimbingan menggunakan waktu senggang dalam membantu murid-murid! Jawab a. Menggunakan waktu-waktu senggang untuk kegiatan-kegiatan produktif b. Menyusun dan membagi waktu belajar dengan sebaik-baiknya c. Mengisi dan menggunakan waktu pada jam-jam bebas, hari-hari libur dan sebagainya d. Merencanakan suatu kegiatan TEKNIK BIMBINGAN 1. Soal Sebutkan pendekatan yang dipergunakan dalam kegiatan bimbingan! Jawab a. Pendekatan secara kelompok b. Pendekatan secara individual 2. Soal Sebutkan tujuan bimbingan kelompok! Jawab Membantu memecahkan masalah yang dirasakan oleh kelompok siswa, melalui kegiatan kelompok, atau masalah yang bersifat indivudual yaitu yang dirasakan oleh seorang individu sebagai anggota kelompok 3. Soal Sebutkan bentuk teknik bimbingan kelompok! Jawab a. Home room b. Karyawisata c. Diskusi Kelompok d. Kegiatan Kelompok e. Organisasi Siswa f. Sosiodrama g. Psikodrama h. Remedia teaching 4. Soal Sebutkan tujuanTeknik Home Room Program! Jawab Agar guru dapat mengenal murid-muridnya lebih dekat 5. Soal Apa yang diperoleh murid dalam teknik karyawisata? Jawab Murid-murid akan memperoleh kesempatan untuk melakukan penyesuaian diri dalam kehidupan kelompok, misalnya dalam berorganisasi, kerjasama, tanggung jawab, percaya pada diri sendiri 6. Soal Apa yang didapat siswa dalam tehnik diskusi kelompok? Jawab Siswa akan mendapat kesempatan untuk menyumbangkan pikirannya dalam memecahkan suatu masalah 7. Soal Apa yang diberikan teknik Kegiatan kelompok kepada siswa? Jawab Teknik ini memberikan kesempatan kepada individu untuk berpartisipasi dengan sebaik-baiknya dalan mengembangkan bakat melalui kegiatan kelompok Apa tujuan teknik Psikodrama? Jawab Untuk memecahkan masalah psikis yang dialami individu dengan memberikan suatu cerita kepada sekelompok siswa dengan menanamkan peran bagi siswa yang mengalami masalah psikis atau ketegangan dapat tersalurkan sehingga terkurangi ketegangannya 9. Soal Sebutkan langkah-langkah bimbingan! Jawab a. Identifikasi kasus b. Diagnosa c. Prognosa d. Terapi e. Evaluasi dan follow up 10. Soal Apa beda Simpati dan Empati Jawab Simpati artinya menunjukkan adanya sikap turut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh konselee Empati artinya berusahakan menempatkan diri dalam situasi diri konselee dengan masalah yang dihadapi KENAKALAN REMAJA DAN BIMBINGAN & PENYULUHAN AGAMA 1. Soal Apa yang ditimbilkan dari kegoncangan jiwa remaja? Jawab Menimbulkan keresahan yang menyebabkan labilitas fikiran, perasaan, kemauan, ingatan serta ketegangan-ketegangan nafsunya. 2. Soal Apa yang dimaksud dengan kenakalan remaja? Jawab Yaitu kehidupan remaja yang menyimpang dari berbagai norma yang berlaku baik yang menyangkut kehidupan masyarakat, tradisi maupun agama, serta hukum yang berlaku 3. Soal Sebutka batas penentuan usia anak-anak! Jawab Anak usia di bawah 13 tahun dikategorikan kanak-kanak, namun kenakalan remaja banyak dilakukan oleh anak berumur 13 tahun s/d 17 tahun 4. Soal Sebutkan Faktor-faktor penyebab kenakalan remaja! Jawab a. Faktor Internal yaitu yang berasal dari dalam remaja itu sendiri b. Faktor eksternal, yaitu bersumber dari luar pribadi remaja seperti lingkungan 5. Soal Sebutkan apa saja yang meliputi faktor internal! Jawab a. Cacat dari faktor keturunan, seperti sakit jiwa b. Pembawaan yang negatif, dan sukar untuk dikendalikan serta mengarah ke perbuatan nakal c. Lemahnya kemampuan pengawasan diri sendiri serta sikap menilai terhadap keadaan sekitarnya yang negatif d. Persaan rendah diri dan rasa tertekan yang tak teratasi 6. Soal Sebutkan juga apa saja yang meliputi faktor eksternal! Jawab a. Rasa cinta dan perhatian yang kurang dari orang tua, guru dan teman sebaya b. Kegagalan pendidikan pada lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat c. Menurunnya wibawa orang tua, guru, dan alat-alat negara penegak hukum d. Pengawasan yang kurang dari orang tua, guru dan masyarakat 7. Soal Bagaimana sikap kita terhadap kenakalan remaja? Jawab a. Sebagai manifestasi dari kehendak yang buruk yang mendapatkan kesempatan ke arah perbuatan nakal b. Sebagai manifestasi dari gejala-gejala perubahan atau gerakan sosial yang negatif dan tidak direncanakan secara hati-hati serta tidak dengan perhitungan yang seksama c. Sebagai tingkah laku di luar kemampuan pengendalian remaja sendiri d. Sebagi penyakit yang diderita remaja 8. Soal Sebutka bentuk-bentuk kenakalan remaja! Jawab a. Kenakalan yang tergolong pan norma pelanggaran norma sosial dan norma-norma lainnya yang tidak diatur dalam KUHP atau Undang- Undang lainnya b. Kenakalan berupa kejahatan dan pelanggaran yang diatur dalam KUHP atau Undang-Undang lainnya 9. Soal Apa tujuan Bimbingan dan penyuluhan menetakan program kegiatan dalam menanggulangi kenakalan remaja? Jawab a. Supaya kenakalan tersebut tidak merugikan perkembangan mental rohaniahnya b. Agar kenakalan tersebut tidak meluas di kalangan remaja, sehingga merugikan masyarakat luas c. Supaya kenakalan tersebut tidak menjadi faktor pengganggu dan penghambat pembinaan ketertiban di segala bidang kehidupan 10. Soal Apa saja yang termasuk dalam perbaikan lingkungan dan kondisi sosial? Jawab a. Yang bersifat umum, meliputi 1. Keadaan sosial politik yang stabil 2. Keadaan sosial ekonomi yang stabil urbanisasi perlu ditanggulangi 4. Masalah anak terlantar harus segera dicari solusinya 5. Penyakit masyarakat, terutama masalah pelacuran dan perjudian b. Yang bersifat khusus, meliputi 1. Pengawasan 2. Bimbingan dan penyuluhan 3. pendekatan khusus terhadap remaja yang sudah menunjukkan gejala-gejala kenakalan Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. ESSAYPARADIGMA INTEGRASI BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH DASARGuna memenuhi tugas mata kuliahBimbingan Konseling SDDosen pengampu Naili Rofiqoh, Oleh RIZKHI MAULANA 193300005333 PGSD A2PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASARFAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUANUNIVERSITAS ISLAM NADHATUL ULAMA' 2020PARADIGMA INTEGRASI BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR SDSekolah Dasar SD sebagai lembaga pendidikan formal bertujuan menghasilkan perkembangan optimal pada setiap individu sesuai dengan kemampuan atau potensinya, minatnya serta nilai sebagai pandangan hidupnya Nurihsan dan Sudianto 2005, Prayitno dan Amti 2001, Depdiknas 2008. Perkembangan optimal meliputi semua aspek pribadinya yaitu aspek jasmani, intelektual, moral, sosial, serta aspek pribadi lainnya. Aspek kepribadian itu harus memperoleh kesempatan berkembang secara seimbang tanpa ada yang harus lingkungan yang kurang sehat ternyata dapat mempengaruhi perkembangan pola perilaku peserta didik yang menyimpang dari moral yang berlaku bagi masyarakat setempat, seperti pelanggaran tata tertib sekolah, pergaulan bebas, merokok, atau terdapat peserta didik yang meminum minuman keras hal itu terjadi karena kurangnya pengawasan dari orang tua dan kurangnya bimbingan dan juga pengarahan dari pendidik di peserta didik tersebut yang telah dijelaskan di atas tentu bukanlah perilaku penerus bangsa yang diharapkan, seperti yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional UU No. 20 Tahun 2003, yaitu 1 beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, 2 berakhlak mulia, 3 memiliki pengetahuan dan keterampilan, 4 memiliki kesehatan jasmani dan rohani, 5 memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri, 6 memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan konseling memiliki fungsi pengembangan yang membantu setiap individu untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan fitrahnya potensi, peragaman differensiasi, membantu individu memilih arah perkembangan yang tepat sesuai dengan potensi dan integrasi, membawa keragaman perkembangan ke arah tujuan yang sama sesuai dengan hakikat manusia untuk menjadi pribadi yang utuh Sunaryo Kartadinata, 201157. Upaya bimbingan dan konseling dalam kegiatan merealisasikan fungsi-fungsi pendidikan, terarah kepada pembentukan individu untuk menginternalisasikan dan juga memperbarui sistem nilai ke dalam perilaku mandiri setiap merupakan salah satu upaya pendidikam yang diartikan sebagai proses bantuan kepada individu peserta didik dan juga pendidik untuk mencapai perkembangan diri secara optimal dalam navigasi hidupnya secara mandiri. Bantuan dalam arti pembimbing memfasilitasi konseli untuk mengembangkan dirinya sendiri sesuai fitrah dirinya masing-masing sehingga mereka bisa mengambil keputusan yang tepat atas dirinya sendiri dan juga dapat bertanggung jawab atas pilihannya itu. Kondisi perkembangan optimum adalah kondisi dinamis yang ditandai dengan kesiapan dan kemampuan individu untuk memperbaiki diri self-improvement agar individu tersebut menjadi pribadi yang berfungsi penuh fully-function di lingkungan sekitarnya Sunaryo Kartadinata, 201157Pengertian dan Tujuan Layanan Bmbingan Konseling Pembelajaran di SDBimbingan konseling pembelajaran merupakan kegiatan bimbingan yang bertujuan agar peserta didik mampu mencapai keberhasilan dalam belajar secara optimal. Secara umum bimbingan dan konseling pembelajaran merupakan proses pendampingan eksklusif terhadap peserta didik dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi serta perbaikan proses belajarnya. Secara spesifik tujuan bimbingan pembelajaran di SD adalah mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik serta menumbuhkan disiplin belajar dan berlatih baik secara mandiri individual ataupun Layanan Bimbngan dan Koneling di SDBidang Bimbingan PribadiLayanan ini membantu peserta didik mengenal, menemukan, dan mengembangkan pribadi diri sendiri. Orientasi bimbingan dan konseling pribadi tidak lain adalah mengembangkan nilai, sikap, dan perilaku yang mencerminkan akhlak mulia atau budi pekerti luhur sebagai modal hidup bermasayarakat James Julian dan Johan Alferd, 200823-28Bidang Bimbingan SosialLayanan ini membantu peserta didik agar dapat berhubungan dengan lingkungan sekitarnya atas dasar etika pergaulan sosial yang dilandasi oleh akhlak mulia, budi pekerti yang luhur, dan tanggung jawab sosial Masduki dkk, 200385Bidang Bimbingan BelajarLayanan ini membantu peserta didik untuk mengembangkan kebiasaan belajar yang lebih baik, dalam bentuk berkembangnya sikap belajar yang baik, mengembangkan keterampilan, serta bagaimana cara bersikap yang baik terhadap guru Kartadinata dkk, 1999 61Bidang Bimbingan KarierBimbingan karier secara mendasar seharusnya diberikan pada seluruh peserta didik dan terintegrasi sejak tahun-tahun pertama proses pendidikan peserta didik. Artinya bimbingan karir yang terintegrasi dengan kurikulum pelajaran secara berkesinambungan baik di ruang kelas maupun luar ruangan sejak ada di bangku sekolah dasar. Ruff, 200194Orientasi Layanan Bimbingan Konseling Pembelajaran di SDOrientasi dapat dipahami sebagai arah tujuan dan sebuah tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Orientasi bimbingan pembelajaran dibagi menjadi tiga aspek yaituKeterampilan belajarKeberhasilan proses belajar dan mengajarBelajar dalam kesuksesan hidupPradigma atau Pendekatan Program Bimbingan dan Konseling di SDDalam melaksanakan program BK di sekolah terdapat berbagai macam paradigma atau pendekatan. Paradigma atau pendekatan ini merupakan pola pikir yang menjadi acuan ketika sekolah itu melaksanakan program BK. Ada empat pendekatan yakni 1 pendekatan krisis, 2 pendekatan remedial, 3 pendekatan preventif dan 4 pendekatan perkembangan. Pendekatan krisis, pendekatan ini lazim juga disebut pendekatan klinis. Dalam pendekatan ini BK dilakukan untuk mengatasi krisis atau masalah serius. Ciri utama yang ada pada pendekatan ini ialah konselor menunggu kedatangan konseli menyampaikan masalahnya untuk dicarikan jalan keluar. Model demikian konselor menunggu konseli ini karena yang merasakan masalah serius atau tidak konseli. Cara demikian itu mirip seperti praktek dokter yang menangani pasien di tempat praktek. Pendekatan remidial, sesuai dengan namanya remidial berarti perbaikan, maka program BK dilakukan untuk menyelesaikan masalah dengan cara memperbaiki hal-hal yang menimbulkan masalah yang dilakukan ialah memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada, yang karena ada kelemahan itulah orang menjadi bermasalah. Misalnya siswa yang nilainya rendah, harus dicari kelemahan apakah yang ada. Cara belajarnya, waktu belajarnya, buku catatannya, motivasinya, lingkungan yang lemah. Jika telah diketahui maka aspek itulah yang harus diperbaiki. Pendekatan preventif, merupakan upaya bimbingan yang diarahkan untuk mencegah munculnya masalah pada peserta didik. Dalam melaksanakan pendekatan ini konselor harus memperhitungkan berbagai kemungkinan masalah yang bisa muncul dalam kehidupan peserta didik. Antisipasi demikian diperlukan karena program BK disusun atas dasar perkiraan masalah yang bisa muncul. Untuk bisa membuat antisipasi demikian maka diperlukan sekali pengalaman dan kecermatan konselor dalam memperhitungkan masalah apa yang biasa perkembangan, dalam pendekatan perkembangan arah program BK ditujukan untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik. Setiap peserta didik akan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu untuk mencapai tingkat perkembangan yang lebih tinggi. Pada setiap periode perkembangan, setiap individu akan mengalami dinamika perkembangan yang bercirikan khusus berbeda dengan periode lainnya. Dinamika pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada masa remaja dipastikan berbeda dengan ketika mereka kanak-kanak, dan berbeda pula dinamikanya ketika ia dewasa nanti. Program BK memfasilitasi perkembangan itu melalui pemberian informasi, konsultasi, konseling, diskusi kelompok, penempatan dan penyaluran, bimbingan kelompok, serta kegiatan BK Bimbingan Konseling Pembelajaran di SDPelaksanaan bimbingan dan konseling pemelajaran di SD cenderung mengarah pada dua pendekatan, yaitu pendekatan bimbingan kelompok dan konseling kelompok merupakan proses pemberian bantuan yang dilakukan kepada peserta didik secara berkelompok, terdiri dari 20-35 kelompok merupakan salah satu aktivitas populer dalam layanan bimbingan dan konseling, terutama dalam kerangka dasar perbaikan konsep diri peserta didik dan menekankan pada upaya perbaiakan permasalahan belajar peserta Dasar SD sebagai lembaga pendidikan formal bertujuan menghasilkan perkembangan optimal pada setiap individu sesuai dengan kemampuan atau potensinya, minatnya serta nilai sebagai pandangan hidupnya Nurihsan dan Sudianto 2005, Prayitno dan Amti 2001, Depdiknas 2008. Perkembangan optimal meliputi semua aspek pribadinya yaitu aspek jasmani, intelektual, moral, sosial, serta aspek pribadi lainnya. Aspek kepribadian itu harus memperoleh kesempatan berkembang secara seimbang tanpa ada yang harus peserta didik tersebut yang telah dijelaskan di atas tentu bukanlah perilaku penerus bangsa yang diharapkan, seperti yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional UU No. 20 Tahun 2003, yaitu 1 beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, 2 berakhlak mulia, 3 memiliki pengetahuan dan keterampilan, 4 memiliki kesehatan jasmani dan rohani, 5 memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri, 6 memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan dapat dipahami sebagai arah tujuan dan sebuah tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Orientasi bimbingan pembelajaran dibagi menjadi tiga aspek yaitu1. Keterampilan belajar2. Keberhasilan proses belajar dan mengajar3. Belajar dalam kesuksesan hidup. Dalam melaksanakan program BK di sekolah terdapat berbagai macam ikergm atau pendekatan. Paradigma atau pendekatan ini merupakan pola iker yang menjadi acuan ketika sekolah itu melaksanakan program BK. Ada empat pendekatan yakni 1 pendekatan krisis, 2 pendekatan remedial, 3 pendekatan preventif dan 4 pendekatan perkembangan. Pendekatan krisis, pendekatan ini lazim juga disebut pendekatan klinis. Dalam pendekatan ini BK dilakukan untuk mengatasi krisis atau masalah PustakaAhmad Nawawi. Pentingnya Pendidikan Nilai Moral bagi Generasi Penerus. Jurnal Kependidikan Insania, Vo. 16 No. 2. R. D. 2016. Pemahaman Guru Kelas terhadap Materi Layanan Bimbingan Pribadi Sosial untuk Siswa Terisolir. Jurnal Fokus Konseling, 531, Rahman. 2012 manajemen dan Pengembangan Program Bimbingan Konseling. Yogyakarta Modul Pendidikan dan Latihan Profesi 2011. Bimbingan dan Konseling Sekolah. Jurnal Pendidikan, Volume 17 Nomor 4Ramli dkk. 2017. Pengembangan Program Bimbingan dan Konseling. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Guru dan Tenaga PendidikanSunaryo Kartadinata. 2011. Menguak Tabir Bimbingan dan Konseling sebagai Upaya Pedagogis. Bandung UPI Kartadinata, Ahmad, Karnoto. 2003. Kubus Perkembangan Suatu Model rekabangun Tugas Perkembangan Bagi Kepentingan Bimbingan dan Konseling. Jurnal Bimbingan dan Konseling Volume Vi,No 11 Mei Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan 2013. Program bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar, 11, dkk. 1992. Mengenal Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Proyek OPF IKIP MALANG. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya 63% found this document useful 8 votes33K views5 pagesDescriptionFungsi Bimbingan Konseling PTIK UNS 2018Copyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsPDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?63% found this document useful 8 votes33K views5 pagesQ&A Seputar Fungsi Bimbingan KonselingJump to Page You are on page 1of 5 You're Reading a Free Preview Page 4 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Ketika masih di bangku sekolah, pastinya kita semua tidak asing dengan yang namanya bimbingan konseling atau BK. Sejak sekolah, praktik bimbingan konseling ini menjadi salah satu hal penting untuk siswa dan juga sekolahan itu sendiri. Hal tersebut karena diperoleh pengertian bahwa nantinya pengertian dari bimbingan konseling itu cakupannya sangat luas. Selain bisa berperan besar dalam menjadi agen kebaikan, bimbingan konseling juga bisa memberikan manfaat lainnya. Bimbingan konseling ini mengacu kepada tujuan supaya terwujud perilaku yang baik untuk para pemuda ataupun siswa yang diperoleh dari guru bimbingan konselingnya supaya mereka mempunyai kepribadian yang baik untuk masa depannya. Adapun tugas guru bimbingan konseling ini yaitu untuk memoles kembali kepribadian siswa-siswinya. Di jenjang sekolah, bimbingan konseling akan membantu para siswa dalam menangani dan menyelesaikan berbagai macam masalah ataupun hal-hal yang ada di luar praktik belajar dan mengajar. Maka tidak heran bila banyak siswa yang kemudian diarahkan untuk ke BK saat mempunyai masalah, baik itu yang ada di dalam sekolah ataupun yang berada di luar sekolah. Tujuannya sendiri yaitu supaya bimbingan konseling ini bisa mendukung pencapaian masa depan siswanya, selain tujuan pendidikan dan juga pengajaran yang siswa peroleh dari sekolah. Walaupun begitu, praktik ini juga perlu diimbangi dengan adanya upaya siswa dalam memaksimalkan kemampuan mereka masing-masing dalam menyelesaikan masalah. Lalu, apa sih sebenarnya arti dari bimbingan konseling? Apa Itu Bimbingan Konseling?Pengertian Bimbingan Konseling Menurut Para Ahli1. Abu Ahmadi 19912. Priyatno dan Erman Amti 20043. Bimo Walgito 20044. Syamsu Yusuf 20095. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan6. TohirinTujuan Adanya Bimbingan KonselingTeknik dalam Konseling dan Penjelasannya1. Melayani atau Attending2. Empati3. Refleksi4. Eksplorasi5. Menangkap Pesan Utama6. Bertanya untuk Membuka Percakapan7. Bertanya Tertutup8. Dorongan Minimal9. Interpretasi10. MengarahkanManfaat Bimbingan KonselingFungsi Bimbingan Konseling di Sekolah1. Fungsi Pemahaman2. Fungsi Pengembangan3. Fungsi Preventif4. Fungsi Fasilitasi Pengertian dari bimbingan konseling atau yang seringkali disingkat menjadi BK ini adalah serangkaian aktivitas yang berupa bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli pada konseling dengan cara tatap muka, baik itu secara individu ataupun kelompok dengan memberikan pengetahuan tambahan. Pengetahuan tambahan itu nantinya diharapkan bisa menjadi jalan keluar untuk mengatasi dan menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh konseling, yakni dengan cara terus-menerus dan sistematis. Bimbingan konseling ini juga telah diatur di dalam Surat Keputusan Mendikbud No. 025/1995 mengenai Petunjuk Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Disini disebutkan bahwa bimbingan dan konseling merupakan pelayanan bantuan yang ditujukan untuk peserta didik, baik itu individu ataupun kelompok supaya mandiri dan tetap bisa berkembang secara optimal. Tak hanya itu saja, bimbingan yang diberikan juga meliputi bimbingan sosial, karir, belajar, dan lainnya melalui berbagai macam layanan dan juga kegiatan pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku. Pada intinya, bimbingan konseling adalah sebuah proses interaksi antara konselor dan juga konseli. Baik itu secara langsung ataupun tidak langsung dalam rangka membantu para konseli supaya bisa mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya atau bisa memecahkan masalah yang sedang mereka alami. Selain itu, bimbingan konseling juga bisa disebut sebagai salah satu upaya yang sistematis, objektif, berkelanjutan, dan logis, serta terprogram yang mana dilakukan oleh para konselor untuk memberikan fasilitas pengembangan konseli supaya mereka bisa mencapai kemandirian dan mencapai kehidupan yang lebih baik lagi. Pengertian Bimbingan Konseling Menurut Para Ahli Berikut ini adalah beberapa pengertian bimbingan konseling dari para ahli. Yuk kenali apa itu bimbingan konseling dengan lebih dalam melalui penjelasan di bawah ini 1. Abu Ahmadi 1991 Menurut Abu Ahmadi, bimbingan konseling merupakan bantuan yang diberikan kepada para individu atau kelompok supaya dengan potensi yang mereka miliki, mereka mampu untuk mengembangkannya secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan sekitar, dan juga mengatasi hambatan untuk menentukan rencana masa depan yang lebih baik lagi. 2. Priyatno dan Erman Amti 2004 Menurut mereka berdua, bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang ataupun beberapa orang individu, baik itu anak-anak, remaja, ataupun orang dewasa. Supaya orang yang dibimbing bisa mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dengan lebih baik. Selain itu, mereka juga berharap bisa mandiri dengan cara memanfaatkan kekuatan individu dan juga sarana yang ada dan bisa dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku. 3. Bimo Walgito 2004 Sedangkan Bimo Walgito mengatakan bahwa bimbingan adalah suatu bantuan dan pertolongan yang diberikan pada perseorangan ataupun sekumpulan individu untuk bisa mencapai kesejahteraan di dalam hidupnya. 4. Syamsu Yusuf 2009 Menurut Syamsu Yusuf, bimbingan konseling adalah proses pemberian bantuan konselor kepada para individu atau konseli secara berkesinambungan supaya bisa memahami potensi yang ada di dalam diri dan juga lingkungannya, menerima diri sendiri, mengembangkan diri secara maksimal, dan menyesuaikan diri secara positif. Selain itu, konseli juga diharapkan bisa bersikap konstruktif terhadap tuntutan norma kehidupan dengan baik secara agama ataupun budaya. Sehingga bisa mencapai kehidupan yang lebih bermakna, baik itu secara pribadi ataupun sosial. 5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Menurutnya, bimbingan dan konseling merupakan suatu upaya sistematis, logis, objektif, dan juga berkelanjutan serta terprogram yang dilakukan oleh para konselor atau guru bimbingan dan konseling. Guru BK ini bertujuan untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik atau konseli untuk mencapai kemandirian dalam kehidupan masing-masing. 6. Tohirin Menurut Tohirin, bimbingan dan konseling merupakan sebuah proses bantuan yang diberikan kepada para individu atau kelompok dari para konselor atau pembimbing melalui tatap muka ataupun hubungan timbal balik antara keduanya. Agar konseli memiliki kemampuan ataupun kecakapan dalam melihat dan menemukan masalahnya. Konseli juga diharapkan agar bisa mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalahnya sendiri. Tujuan Adanya Bimbingan Konseling Setelah memahami berbagai macam pengertian bimbingan dan konseling, pastinya di dalam pelaksanaannya, bimbingan dan konseling ini akan dilakukan dengan tidak lepas dari tujuan yang ingin dicapai. Lalu, kira-kira apa saja tujuan dari bimbingan konseling ini? Yuk cari tahu jawabannya di bawah ini a. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir, dan juga kehidupan peserta didik di masa depan. b. Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan dan juga lingkungan masyarakat. c. Mengetahui kesulitan dan juga hambatan yang dihadapi oleh siswa dalam studi, penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan yang ada di masyarakat. d. Mengembangkan hambatan dan juga kesulitan yang dihadapi oleh para siswa dalam sistem pembelajaran, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan serta masyarakat. e. Mengembangkan semua potensi dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki oleh peserta didik secara lebih optimal. f. Mempunyai kesadaran untuk menggambarkan penampilan dan mengenal kekhususan yang ada di dalam dirinya sendiri. g. Bisa melaksanakan keterampilan ataupun teknik belajar secara efektif. h. Dapat mengembangkan sikap positif, seperti halnya menggambarkan orang-orang yang mereka kagumi. Teknik dalam Konseling dan Penjelasannya Di bawah ini adalah teknik-teknik yang ada di dalam konseling, antara lain 1. Melayani atau Attending Menurut Carkhuff 1983, melayani konseli secara pribadi adalah salah satu upaya yang dilakukan para konselor dalam memberikan perhatian secara total kepada para konseli. Hal tersebut ditampilkan melalui sikap tubuh dan juga ekspresi wajah. 2. Empati Teknik empati ini sangat erat kaitannya dengan melayani. Dimana empati di dalam bimbingan konseling berarti kemampuan konselor untuk bisa merasakan dan juga menempatkan dirinya di posisi klien dengan memperhatikan postur klien dan juga ekspresi wajahnya. Lalu mendengarkan dengan sangat hati-hati apa yang diceritakan klien dan memahaminya dengan baik. 3. Refleksi Berikutnya teknik yang ada di dalam bimbingan dan konseling ini adalah refleksi, dimana refleksi ini merupakan upaya para konselor untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai apa yang dirasakan oleh para klien dengan cara memantulkan kembali pikiran, perasaan, dan juga pengalaman klien. 4. Eksplorasi Eksplorasi merupakan keterampilan para konselor untuk menggali prasarana dan juga pikiran klien. Teknik eksplorasi tersebut memungkinkan para klien untuk bebas berbicara tanpa adanya rasa takut, terancam, dan juga tertekan. 5. Menangkap Pesan Utama Teknik yang satu ini membutuhkan konselor untuk bisa menangkap pesan utama yang disampaikan oleh kien. Hal tersebut sangat penting dan dibutuhkan, karena terkadang klien mengemukakan pikiran, perasaan, dan juga pengalamannya secara berbelit, berputar-putar, dan terlalu panjang. 6. Bertanya untuk Membuka Percakapan Teknik yang satu ini merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk memancing obrolan lebih lanjut. Caranya yaitu klien mulai bertanya namun tidak diawali dengan kata mengapa, apa sebabnya, dan lainnya, melainkan dengan menggunakan kata-kata seperti ini “apakah”, “bagaimanakah”, “adakah”, “bolehkah”, atau “dapatkah”. 7. Bertanya Tertutup Teknik pertanyaan tertutup merupakan suatu bentuk pertanyaan yang seringkali dijawab dengan singkat oleh klien seperti ya atau tidak. Dimana teknik yang satu ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi, menjernihkan dan juga memperjelas sesuatu, serta menghentikan obrolan klien yang menyimpang terlalu jauh. 8. Dorongan Minimal Teknik ini merupakan salah satu upaya seorang konselor supaya kliennya selalu terlibat dalam pembicaraan dan juga membuka dirinya sendiri kepada konselor. Dorongan inilah yang diucapkan dengan kata “lalu”, “oh ya”, “dan”, dan lain sebagainya dengan tujuan supaya slien lebih semangat dalam menyampaikan masalahnya. 9. Interpretasi Di dalam teknik interpretasi, konselor akan menggunakan teori-teori konseling dan menyesuaikannya dengan permasalahan klien. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari adanya subjektivitas dalam hubungan konseling. 10. Mengarahkan Teknik tersebut menuntut para konselor untuk harus mempunyai kemampuan mengarahkan klien untuk berpartisipasi secara penuh di dalam proses konseling supaya klien bersedia melakukan sesuatu yang diarahkan konselor. Manfaat Bimbingan Konseling Mengapa bimbingan dan konseling sangat diperlukan di sekolah? Bimbingan dan konseling diberikan kepada para peserta didik di sekolah dengan pertimbangan siswa tersebut dapat memperoleh manfaatnya antara lain 1. Menciptakan pandangan positif kepada diri sendiri dengan adanya perasaan yang lebih bahagia, lebih baik, dan juga tenang serta nyaman. 2. Menurunkan tingkat stres yang dihadapi oleh para peserta didik karena tugas dan beban belajar yang cukup banyak atau karena persoalan lain yang harus mereka hadapi. 3. Membantu peserta didik untuk lebih memahami diri sendiri atau orang lain. Sehingga akan tercipta kekerabatan yang erat dan efektif. 4. Membantu peserta didik untuk lebih bisa mengembangkan diri. Sehingga bisa menggunakan potensi yang ada pada dirinya sendiri secara optimal di masa mendatang. Fungsi Bimbingan Konseling di Sekolah Selain bisa memberikan manfaat yang cukup penting untuk para siswa, bimbingan dan konseling juga berfungsi secara berikut 1. Fungsi Pemahaman Melalui bimbingan dan konseling, para siswa akan dibantu untuk lebih bisa memahami siapa dan bagaimana dirinya. Sehingga dapat mengenali potensinya ataupun lingkungan yang mereka tempati. 2. Fungsi Pengembangan BK akan membantu para siswa untuk mengembangkan apa yang menjadi potensi dirinya. Sehingga nantinya bisa bermanfaat untuk masa depan. Di dalam menjalankan fungsi pengembangan tersebut diberikan BK melalui bimbingan yang sistematis dan juga terus menerus, fasilitas yang mendukung serta menciptakan lingkungan yang tetap kondusif. 3. Fungsi Preventif Fungsi preventif adalah memberian antisipas terhadap berbagai macam permasalahan yang mungkin saja terjadi dan dialami oleh siswa kemudian melakukan upaya untuk mencegahnya. 4. Fungsi Fasilitasi BK akan memberikan berbagai kemudahan kepada para siswa untuk mencapai pertumbuhan dan juga perkembangan seoptimal mungkin, selaras, serasi, dan juga seimbang dalam keseluruhan aspek diri siswa. ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien Origin is unreachable Error code 523 2023-06-16 085951 UTC What happened? The origin web server is not reachable. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Check your DNS Settings. A 523 error means that Cloudflare could not reach your host web server. The most common cause is that your DNS settings are incorrect. Please contact your hosting provider to confirm your origin IP and then make sure the correct IP is listed for your A record in your Cloudflare DNS Settings page. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d81dbcecd010eb2 • Your IP • Performance & security by Cloudflare Landasan Filosofis Bimbingan dan KonselingLandasan filosofis bimbingan dan konselingA. PendahuluanSalah satu dari berbagai masalah filsafat yang harus dihadapi konselor adalah bagaimana konselor menggunakan landasan filosofis sehubungan dengan perannya sebagai orang yang membantu konseli dalam melakukan pilihan. Pengkajian landasan landasan filosofis bimbingan dan konseling ini difokuskan kepada pembahasan mengenai; makna, fungsi dan prinsip filosofis Bimbingan dan Konseling; hakikat Manusia; Tujuan, Tugas Manusia dan Implikasinya terhadap Pelaksanaan Bimbingan dan Uraian Materi1. Makna, Fungsi, dan Prinsip-prinsip Filosofis dalam Bimbingan dan Konseling.“Filosofis” berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas suku kata philein/philos yang artinya cinta dan sophos/Sophia yang artinya kebijaksanaan, hikmah, ilmu, kebenaran, jadi filosofis berarti kecintaan terhadap kebijaksanaan Secara maknawi filsafat dimaknai sebagai suatu pengetahuan yang mencoba untuk memahami hakikat segala sesuatu untuk mencapai kebenaran atau kebijaksanaan. Sikun Pribadi mengartikan filsafat sebagai suatu “usaha manusia untuk memperoleh pandangan atau konsepsi tentang segala yang ada, dan apa makna hidup manusia di alam semesta ini”. Dapat diartikan juga sebagai perenungan atau pemikiran tentang kebenaran, keadilan, kebaikan, religi, serta sosial-budaya Yusuf, 2010.Berarti landasan filosofis bimbingan dan konseling adalah asumsi filosofis yang dijadikan titik tolak dalam rangka studi dan praktek bimbingan dan konseling, asumsi tersebut adalah jawaban menyangkut pertanyaan tentang apakah makna hidup itu? Dari mana asal manusia dan ke mana perginya?, Siapa manusia itu? Dan pertanyaan sulit filsafat dalam kehidupan manusia, yaitu bahwa 1 setiap manusia harus mengambil keputusan atau tindakan, 2 keputusan yang diambil adalah keputusan diri sendiri, 3 dengan berfilsafat dapat mengurangi salah faham dan konflik, dan 4 untuk menghadapi banyak kesimpangsiuran dan dunia yang selalu berubah. Dengan berfilsafat seseorang akan memperoleh wawasan atau cakrawala pemikiran yang luas sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat. Keputusan tersebut mempunyai konsekuensi tertentu yang harus dihadapi secara penuh tanggung jawab. Oleh karena itu, keputusan yang diambil akan terhindar dari kemungkinan konflik dengan pihak lain, bahkan sebaliknya dapat mendatangkan kenyamanan atau kesejahteraan hidup bersama, walaupun berada dalam iklim kehidupan yang serba kompleks Yusuf, 2010. Makna dan fungsi filsafat dalam kaitannya dengan layanan bimbingan dan konseling, Prayitno dan Erman Amti dalam Yusuf, 2010 mengemukakan pendapat Belkin 1975 yaitu bahwa, “Pelayanan bimbingan dan konseling meliputi kegiatan atau tindakan yang semuanya diharapkan merupakan tindakan yang bijaksana. Untuk itu diperlukan pemikiran filsafat tentang berbagai hal yang tersangkut-paut dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Pemikiran dan pemahaman filosofis menjadi alat yang bermanfaat bagi pelayanan bimbingan dan konseling pada umumnya, dan bagi konselor pada khususnya, yaitu membantu konselor dalam memahami situasi konseling dalam mengambil keputusan yang tepat. Disamping itu pemikiran dan pemahaman filosofis juga memungkinkan konselor menjadikan hidupnya sendiri lebih mantap, lebih fasilitatif, serta lebih efektif dalam penerapan upaya pemberian J. Pietrofesa 1980 30-31 dalam Yusuf, 2010 mengemukakan bahwa terdapat beberapa prinsip yang berkaitan dengan landasan filosofis dalam bimbingan, yaitu sebagai berikutObjective Viewing Dalam hal ini konselor membantu klien agar memperoleh suatu perspektif tentang masalah khusus yang dialaminya, dan membantunya untuk menilai atau mengkaji berbagai alternatif atau strategi kegiatan yang memungkinkan klien mampu merespon interes, minat atau keinginannya secara Counselor must have the best interest of the client at heart. Dalam hal ini konselor harus merasa puas dalam membantu klien mengatasi masalahnya. Konselor menggunakan keterampilan untuk membantu klien dalam upaya mengembangkan keterampilan klien dalam mengatasi masalah coping dan keterampilan hidupnya life skills.John J. Pietrofesa 1980 dalam Yusuf, 2010 selanjutnya mengemukakan pendapat James Cribbin tentang prinsip-prinsip filosofis dalam bimbingan sebagai hendaknya didasarkan pada pengakuan akan keilmuan dan harga diri individu klien dan atas hak-haknya untuk mendapat bantuan. Bimbingan merupakan proses pendidikan yang berkesinambungan. Artinya bimbingan merupakan bagian integral dalam harus respek terhadap hak-hak setiap klien yang meminta bantuan atau bukan prerogratif kelompok khusus profesi kesehatan mental. Bimbingan dilaksanakan melalui kerjasama, yang masing-masing bekerja berdasarkan keahlian atau kompetensinya bimbingan adalah membantu individu dalam merealisasikan potensi merupakan elemen pendidikan yang bersifat individualisasi, personalisasi dan sosialisasi. 2. Hakikat ManusiaBeberapa pendapat para ahli atau mazhab konseling tentang hakikat manusia diantaranya dapat dipaparkan sebagai berikuta. Viktor Prayitno dan Erman Amti, dalam Yusuf, 2010 mengemukakan bahwa hakikat manusia itu sebagai selain memiliki dimensi fisik dan psikologis, juga memiliki dimensi spiritual. Ketiga dimensi itu harus dikaji secara mendalam apabila manusia itu hendak dipahami dengan sebaik-baiknya. Melalui dimensi spiritualnya itulah manusia mampu mencapai hal-hal yang berada di luar dirinya dan mewujudkan adalah unik, dalam arti bahwa manusia mengarahkan kehidupannya adalah bebas merdeka dalam berbagai keterbatasannya untuk membuat pilihan-pilihan yang menyangkut peri kehidupannya sendiri. Kebebasan ini memungkinkan manusia berubah dan menentukan siapa sebenarnya diri manusia itu Sigmund Freud dalam yusuf, 2010 mengemukakan sebagai pada dasarnya bersifat pesimistis, deterministik, mekanistik, dan dideterminasi oleh kekuatan-kekuatan irasional, motivasi-motivasi tak sadar, dorongan-dorongan biologis, dan pengalaman masa kepribadian berlangsung melalui pembagian energi psikis kepada Id, Ego dan Superego yang bersifat saling memiliki naluri-naluri seksual libido seksual dan agresif, naluri kehidupan eros dan kematian tanatos.Manusia bertingkah laku dideterminasi oleh hasrat memperoleh kesenangan dan menghindari rasa sakit pleasure principle.c. Passons Robert dan Marianne H. Mitchel, 1986 121 mengemukakan delapan asumsi tentang hakikat manusia menurut kerangka kerja Teori Konseling Gestalt yang dikembangkan oleh Frederick Perls 1884-1970 sebagai memiliki kepribadian yang utuh, menyeluruh, bukan terdiri dari bagian-bagian badan, emosi, pikiran, sensasi, dan persepsi. Individu dapat dipahami apabila dilihat dari keterpaduan semua bagian-bagian merupakan bagian dari lingkungannya. Oleh karena itu individu baru dapat dipahami apabila memperhatikan konteks memilih bagaimana dia merespon rangsangan internal maupun eksternal. Individu adalah aktor bukan kemampuan potensial untuk menyadari secara penuh semua sensasi, pikiran, emosi, dan memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan, sebab dia memiliki kapasitas untuk membangun kehidupannya secara tidak dapat mengalami masa lalu dan masa yang akan datang, tetapi dia hanya dapat mengalami masa pada dasarnya tidak dapat dikatakan baik atau Beck Blocher, 1974 dalam yusuf, 2010 mengemukakan beberapa asumsi eksistensialis tentang hakikat manusia, yaitu sebagai bertanggung jawab terhadap perbuatannya sendiri. Dia punya pilihan dan harus melakukan pilihan untuk dirinya harus memandang atau memperhatikan orang lain sebagai bagian dari dirinya, dan perhatiannya ini direfleksikan dalam pergaulan dengan warga masyarakat yang lebih eksis di dunia nyata, dan hubungan dengan dunianya di satu sisi merupakan ancaman yang dalam banyak hal tidak dapat merubahnya. Hidup yang bermakna harus menghilang ancaman yang dihadapi, baik fisik maupun psikis. Tujuannya adalah untuk membebaskan manusia dari ancaman, sehingga dapat mencapai perkembangan yang manusia memiliki pembawaan dan pengalaman yang unik, sehingga memungkinkan berperilaku yang berbeda satu sama berperilaku sesuai dengan pandangan subjektifnya tentang alami manusia tidak dapat dikatakan “baik” atau “buruk” jahat.Manusia mereaksi situasi secara menyeluruh tidak bersifat serpihan seperti hanya intelektual atau emosional.e. Skinner dan Watson Gerald Corey, terjemahan E. Koeswara, 1988 mengemukakan tentang hakikat manusia sebagai berikutManusia dipandang memiliki kecenderungan-kecenderungan positif dan negatif yang pada dasarnya dibentuk dan ditentukan oleh lingkungan sosial-budayanya. Dalam arti bahwa lingkungan merupakan pembentuk utama keberadaan tingkah laku manusia itu dipelajariManusia tidak memiliki kemampuan untuk membentuk nasibnya Albert Ellis penggagas terapi rasional-emotif berpendapat bahwa hakikat manusia adalahManusia dilahirkan dengan potensi, baik untuk berpikir rasional dan jujur maupun untuk berpikir irasional dan memiliki kecenderungan untuk memelihara diri, berbahagia, berpikir, mencintai, bergabung dengan orang lain, serta tumbuh dan mengaktualisasikan juga memiliki kecenderungan ke arah menghancurkan diri, menghindari pemikiran, berlambat-lambat, menyesali kesalahan secara tak berkesudahan, takhayul, intoleransi, perfeksionisme, mencela diri, serta menghindari pertumbuhan dan aktualisasi dilahirkan dengan kecenderungan untuk mendesakkan pemenuhan keinginan, tuntutan, hasrat dan kebutuhan dalam dirinya, jika tidak segera mencapai apa yang diinginkannya manusia mempersalahkan dirinya sendiri atau orang berpikir, beremosi dan bertindak secara simultan. Jarang manusia beremosi tanpa berpikir, sebab perasaan-perasaan biasanya dicetuskan oleh persepsi atas sesuatu situasi yang Aliran Humanistik memiliki pandangan yang optimistik terhadap hakikat manusia. Para ahli teori humanistik mempunyai keyakinan sebagai memiliki dorongan bawaan untuk mengembangkan memiliki kebebasan untuk merancang atau mengembangkan tingkah lakunya, yang dalam hal ini manusia bukan poin yang diatur sepenuhnya oleh adalah makhluk rasional dan sadar, tidak dikuasai oleh ketidaksadaran, kebutuhan irasional atau Aliran Realitas berpendapat bahwa manusia membutuhkan identitas dan mampu mengembangkan “identitas keberhasilan” maupun “identitas kegagalan”. Pendekatan realitas berlandaskan motivasi pertumbuhan dan Pancasila dalam sila ke-dua yang berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Kemanusiaan adalah prinsip yang berisi keharusan untuk bersesuaian dengan hakikat manusia. Hakikat manusia menurut pancasila adalah manusia seutuhnya, yaitu monopluralisme, manusia adalah dari keseluruhan unsur-unsur hakiki yang berpasangan, monodualis raga jiwa, monodualis individu sosial, makhluk Tuhan-pribadi mandiri. Yang kesemua unsur tersebut bersatu secara organis, harmonis dan memahami hakikat manusia tersebut maka setiap upaya bimbingan dan konseling diharapkan tidak menyimpang dari hakikat tentang manusia itu sendiri. Seorang konselor dalam berinteraksi dengan kliennya harus mampu melihat dan memperlakukan kliennya sebagai sosok utuh manusia dengan berbagai Tujuan dan Tugas Manusia serta Implikasinya terhadap Pelaksanaan Bimbingan dan naluriah manusia memiliki kebutuhan untuk hidup bahagia,sejahtera, nyaman dan menyenangkan. Prayitno dan Erman dalam yusuf, 2010 mengemukakan model witney sweeney tentang kebahagiaan dan kesejahteraan hidup serta upaya mengembangkan dan mempertahankannya sepanjang hayat. Menurut mereka ciri-ciri hidup sehat ditandai dengan 5 kategori tugas kehidupan, yaitua. Spiritualitas; Agama sebagai sumber inti bagi hidup sehat. Dimensi dari aspek spiritual adalah; kemampuan manusia memberikan arti kepada kehidupannya, optimisme terhadap kejadian-kejadian yang akan datang dan diterapkannya nilai-nilai dalam hubungan antar orang serta dalam pembuatan Pengaturan diri;Seseorang yang mengamalkan hidup sehat pada dirinya terdapat sejumlah ciri, termasuk rasa diri berguna, pengendalian diri, pandangan realistik, spontanitas dan kepekaan emosional, kemampuan rekayasa intelektual, pemecahan masalah, dan kreativitas, kemampuan humor, kebugaran jasmani dan kebiasaan hidup sehat, maka orang mampu mengkoordinasikan hidupnya dengan pola tingkah laku yang bertujuan, melalui pengarahan, pengendalian dan pengelolan diri Bekerja;Dengan bekerja orang akan memperoleh keuntungan ekonomis, psikologis percaya diri dan merasa berguna dan sosial tempat bertemu dengan orang lain, persahabatan dan status kesemuanya akan menunjang kehidupan yang sehat bagi diri sendiri dan orang Persahabatan;Persahabatan memberikan 3 keutamaan kepada hidup yang sehat, yaitu Dukungan emosional, kedekatan, perlindungan, rasa aman, keberadaan, penyediaan kebutuhan fisik, bantuan keuangan. Dukungan informasi, pemberian data yang diperlukan, petunjuk peringatan, Cinta;Dengan cinta hubungan seseorang dengan orang lain cenderung menjadi sangat intim, saling mempercayai, saling terbuka, saling bekerjasama, dan saling memberikan komitmen yang kuat. Paparan tentang hakikat, tujuan, dan tugas kehidupan manusia di atas sebagai hasil olah pikir para ahli, mempunyai implikasi kepada layanan bimbingan dan konseling, dalam hal ini terutama terkait dengan perumusan tujuan bimbingan dan konseling, dan cara pandang konselor terhadap konseli yang sebaiknya didasarkan pada harkat dan martabat manusia. Sedangkan menurut Sukmadinata, 2007 Aliran filsafat juga memiliki pandangan tentang hakikat manusia, tujuan hidup manusia dan implikasinya terhadap bimbingan konseling yaitu sebagai berikuta. Idealisme;Idealisme merupakan faham filsafat yang mengakui adanya dunia ide di samping dunia riil dimana sekarang kita berada. Dunia ide ini merupakan dunia rohani, spiritual yang bersifat abadi, sedang dunia riil merupakan dunia materi yang dapat diamati dengan indra, dunia ini bersifat fana. Kehidupan di dunia riil bersifat sementara, serta dunia ide bersifat kekal, tidak lagi terbatas oleh ruang dan idealis mengakui adanya nilai-nilai abadi yang bersifat mutlak, baik nilai nilai moral etika maupun nilai-nilai kultural estetika.Tujuan kehidupan manusia adalah mencari kebenaran dan kebahagiaan spiritual yang abadi yakni dunia konseling diarahkan pada pengembangan anak dan remaja agar menguasai nilai-nilai, hidup sejalan dengan nilai-nilai moral dan dan Konseling berfungsi membantu anak-anak dan remaja dalam memahami kebahagiaan abadi, membantu menyiapkan diri dalam mencapai kehidupan Realisme;Realisme merupakan faham filsafat yang lebih menekankan dunia nyata, kenyataan tunduk pada hukum alam yang bersifat berusaha menemukan hukum universal melalui penelitian empiris dan fakta yang telah dibuktikan dalam penelitian menjadi acuan dalam kehidupan merupakan standar yang telah dirumuskan secara ilmiah, etika merupakan tuntutan moral yang didasarkan pada pemikiran atau estetika ada pada alam dan hubungan yang bersifat harus mengerti hukum universal tersebut, tujuan kehidupan manusia adalah mengembangkn dan menyempurnakan pemahamannya tentang alam melalui kajian dan penelitian dan konseling diarahkan pada pengembangan pengetahuan dan kemampuan siswa pada alam, tuntutan, prinsip dan hukum PragmatismePragmatisme memandang kenyataan atau kehidupan selalu kehidupan manusia selalu berinteraksi dengan ini yang membuat manusia berubah atau lingkungannya yang tidak mengakui kebenaran yang universal atau kebenaran mutlak. Kebenaran hanyalah generalisasi atau prinsip tentatif yang menjadi pegangan dalam berinteraksi dengan lingkungan yang akan diuji dalam penelitian selanjutnya. Konsep pragmatisme tentang nilai sangat EksistensialismeKonsep eksistensialisme lebih menekankan pada aspek pribadi dan sosial. Pendidikan dan bimbingan diarahkan pada menimbulkan perubahan-perubahan pribadi dan sosial. Bimbingan dan konseling diarahkan pada pengembangan kepribadian anak agar memiliki secara pribadi maupun sosial. Pemberian layanan bimbingan ditujukan agar siswa memiliki pemahaman terhadap segala potensi dan kekuatan dirinya, segala tuntutan dan masalah yang dihadapinya. Tugas para pembimbing adalah pengembangan semua potensi dan kekuatan anak, agar mereka menjadi manusia yang sehat dan produktif. Bagi bangsa indonesia yang menjadi landasan filosofis bimbingan dan konseling adalah pancasila, yang nilai-nilainya sesuai dengan fitrah manusia sebagai makhluk Tuhan yang bermartabat. Maka pembuatan program bimbingan dan konseling harus merujuk kepada nilai-nilai yang terkandung dalam kelima sila Pancasila tersebut. Pancasila sebagai landasan bimbingan dan konseling mempunyai implikasi sebagai berikutTujuan bimbingan dan konseling harus selaras dan sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila pancasila. Dengan demikian tujuan bimbingan dan konseling adalah memfasilitasi peserta didik agar mampu ; 1 mengembangkan potensi, fitrah dan jati dirinya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan cara mengimani, memahami dan mengamalkan ajaranNya. 2 mengembangkan sikap-sikap yang positif seperti respek terhadap harkat dan martabat sendiri dan orang lain, dan bersikap empati. 3 mengembangkan sikap-sikap kooperatif, kolaboratif, toleransi dan altruis ta’awun bil ma’ruf 4 mengembagkan sikap demokratis, menghargai pendapat orang lain, dan bersikap mengayomi masyarakat. 5. Mengembangkan kesadaran untuk membangun bangsa dan negara yang sejahtera dan berkeadilan dalam berbagai aspek kehidupan ekonomi, hukum, pendidikan, dan pekerjaan.Konselor seyogyanya menampilkan kualitas pribadi yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila, yaitu beriman dan bertaqwa, bersikap respek terhadap orang lain, mau bekerja sama dengan orang lain. Bersikap demokratis, dan bersikap adil terhadap para melakukan penataan lingkungan fisik dan sosial budaya yang mendukung terwujudnya nilai-nilai pancasila dalam kehidupan perorangan maupun masyarakat pada umumnya. Upaya itu diantaranya 1 menata kehidupan lingkungan yang hijau berbunga, bersih dari polusi 2 mencegah dan memberantas kriminalitas 3 menghentikan tayangan televisi yang merusak nilai Pancasila, seperti tayangan yang merusak akidah, moral masyarakat 4 mengontrol secara ketat penjualan alat kontrasepsi 5 memberantas korupsi dan melakukan clean PusatakaKartadinoto, Sunarya Kerangka Kerja Bimbingan dan Konseling dan Pendidikan IKIP BandungMartin, Barbara. 2011. Children at play Learning Garden in The Early Years. Briths Liberty. Thentham Books Prayitno, Ernan Amti. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta Direktoret Dikti DepdikbudPrayitno.2012. Jenis Layanan dan Kegiatan Pendukung Konseling. Universitas Negeri PadangSalam, Burhanudin. 1997. Pengantar Pedagogig Dasar-dasar Ilmu Mendidik. Jakarta Rika CiptaSutirna, 2013. Bimbingan dan Konseling Pendidikan Formal, Non Forman dan Informal. Yogyakarta CV Andi OffsetTohirin, Dr. 2015. Bimbingan dan Konseling Sekolah dan Madasrah Berbasis Integrasi. Jakarta PT Raja Grafindo PersadaYusuf, Syamsu dan Nurihsan, Juntika.2009. Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung PT Remaja RosdakaryaVan Horn, Judith. 2010. Play At The Curriculum Person Merill Prentice Hall

pertanyaan sulit tentang bimbingan konseling